Gedung-Gedung Bersejarah Di Kota Manado

Klenteng Ban Hin Kiong

Gedung-Gedung Bersejarah yang merupakan peninggalan masa lalu di Kota Manado, yakni :

Rumah Sakit Belanda

Sekolah Don Bosco milik Gereja Katolik Keuskupan Manado, dahulunya adalah Rumah Sakit yang dikelola oleh Belanda ketika mereka menduduki Indonesia.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan ditempat ini, adalah melihat dan mengetahui sejarah pendudukan Belanda di Indonesia. Terletak di Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang yang dapat ditempuh selama 10 menit dari pusat Kota Manado dengan menggunakan transportasi darat.

Markas Dan Penjara Belanda

Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi milik TNI AD, dahulunya adalah Markas Dan Penjara ex Belanda ketika mereka menduduki Indonesia.

Banyak pejuang asal Sulawesi Utara yang ditahan bahkan gugur ditempat ini.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan ditempat ini, adalah melihat dan mengetahui sejarah pendudukan Belanda di Manado dan sejarah perlawanan rakyat Sulawesi Utara terhadap Belanda ketika itu. Terletak di Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea yang dapat ditempuh selama 25 menit dari pusat Kota Manado dengan menggunakan transportasi darat.

Minahasa Raad (Gedung Dewan Minahasa)

Bangunan lama milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di Jalan Sam Ratulangi depan Gedung Bank Sulut, dahulunya adalah Gedung Dewan Minahasa (Minahasa Raad) pada jaman pendudukan Belanda di Manado atau Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sekarang.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan ditempat ini, adalah melihat dan mengetahui sejarah Pemerintahan Kota Manado. Terletak di Kelurahan Wenang Utara Kecamatan Wenang (Pusat Kota Manado) berdekatan dengan Zero Point.

Oude Kerk

Gereja Sentrum milik umat GMIM ini dahulunya adalah Oude Kerk (Gereja Tua) Bangsa Belanda yang ketika itu menduduki Indonesia. Pada masa penjajahan Jepang menjadi Markas/Pusat MSKK (Manado Syuu Kiri Sutoktop Kyookai) yang dipimpin oleh pendeta Jepang Hamasaki.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan ditempat ini, adalah melihat dan mengenal sejarah pendudukan Belanda dan penjajahan Jepang di Indonesia. Terletak di Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang yang dapat ditempuh selama 5 menit dari pusat Kota Manado dengan menggunakan transportasi darat.

Klenteng Ban Hin Kiong

Tempat ini merupakan pusat bagi umat Budha untuk beribadah. Bila sedang berada di Manado pada saat dua minggu setelah bulan kamariah, maka kita akan menyaksikan Parade Tradisional Cina yang menampilkan berbagai macam atraksi keagamaan umat Budha. Pada setiap tahun sejak awal abad XIX di Klenteng Ban Hin Kiong diadakan upacara adat oleh penganut aliran Kong Hu Chu yang disebut Toa Pe Kong atau Cap Go Meh. Dalam upacara ini dimeriahkan dengan atraksi yang dinamai Ince Pia, yakni seseorang yang memotong-motong badan dan mengiris lidahnya dengan sebilah pedang tajam serta menusuk pipinya dengan jarum besar yang tajam; akan tetapi tidak terluka sedikitpun. Dalam Upacara ini juga ditampilkan atraksi kuda Locia dan pikulan-pikulan serta Mobil hias yang diiringi kelompok musik bambu. Upacara ini diikuti oleh seluruh penganut Kong Hu Chu yang ada di Kota Manado dan sekitarnya.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan ditempat ini, adalah melihat dan mengenal tata cara hidup masyarakat etnis Tiang Hoa di Manado. Terletak di Kelurahan Calaca Kecamatan Wenang yang dapat ditempuh sekitar 10 menit dari pusat Kota Manado dengan menggunakan transportasi darat. (Editor : N. Raymond Frans),-

About these ads

Silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s